Audit bukan momok—justru alat untuk memastikan bisnis berjalan sehat, rapi, dan siap berkembang. Namun sebagian besar masalah saat audit muncul bukan karena kesalahan besar, tetapi karena ketidaksiapan dokumen.
Berikut checklist singkat agar bisnis Anda audit-ready:
1. Laporan Keuangan yang Konsisten
Pastikan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas tersedia minimal 12 bulan terakhir. Konsistensi format mempercepat proses audit.
2. Bukti Transaksi Lengkap
Invoice, kuitansi, purchase order, dan bukti transfer harus tersimpan rapi. Auditor tidak mencari kesalahan—mereka mencari kejelasan.
3. Rekonsiliasi Bank Terupdate
Selaraskan transaksi di bank dengan transaksi di pembukuan. Ini salah satu area yang paling sering bermasalah.
4. Dokumentasi Aset & Hutang
Daftar aset yang valid dan mutasi hutang/piutang yang jelas menunjukkan kontrol keuangan yang baik.
5. Kebijakan & Prosedur Internal
Jika perusahaan Anda memiliki SOP, auditor akan melihat apakah SOP tersebut benar-benar diterapkan.
Audit yang lancar bukan soal sempurna, tapi soal keteraturan sistem. Mulai rapikan hari ini, bukan saat audit sudah dijadwalkan.







Tinggalkan komentar